Minggu, 09 Juli 2017

Pertumbuhan Ekspor Indonesia Terhadap Portugal



Tugas 4 (ke-1)



Hubungan Negara Indonesia – Portugal
Hubungan Bilateral antara Indonesia dan Portugal Adalah suatu kenyataan sejarah bahwa Portugal merupakan bangsa Eropa pertama yang menapakkan kakinya di Bumi Nusantara pada tahun 1509 dan keterkaitan sejarah tersebut telah memberikan warna budaya di berbagai wilayah di Indonesia. Jejak-jejak hubungan budaya itu telah memberikan makna serta pengaruh positif dalam menjalin hubungan bilateral kedua negara saat ini. Meneropong hubungan bilateral Indonesia ± Portugal adalah jalan panjang sejarah hingga 499 tahun yang lalu.
Sejarah di abad 16 adalah sejarah Portugal sebagai suatu kerajaan yang menjadi adidaya dunia serta sejarah bumi Nusantara yang terdiri dari ratusan kerajaan kecil dan besar namun sangat menarik perhatian kerajaan Portugal serta Eropa pada umumnya karena kekayaan sumber alamnya. Sejarah abad 16 adalah sejarah kolonialisasi dengan jejak-jejak budaya yang bertahan lama. Sebaliknya sejarah abab 20 dan abab 21 adalah sejarah dua negara modern yang berusaha membangun hubungan yang setara dalam dunia yang semakin menyatu.
Dalam konteks Indonesia ± Portugal, hubungan diplomatik dimulai di tahun 1950an, walaupun pada saat itu belum pada tingkat Kedutaan karena dianggap tidak sejalan dengan prinsip Non Blok yang dipelopori oleh Bung Karno sebagai Presiden RI; namun demikian, Bung karno sendiri telah mengadakan kunjungan kenegaraan ke Portugal pada tahun 1960. Hanya setelah Revolusi pro-Demokrasi 25 April 1974 di Portugal, Indonesia secara penuh membuka Kedutaannya di Lisabon, namun dalam kurun waktu kurang dari setahun hubungan diplomatik tersebut dibekukan karena timbulnya masalah Timor Timur. Selama kurang lebih 24 tahun, kompleksitas dari masalah Timor Timur mengganjal hubungan kedua negara.
Hubungan diplomatik mulai berangsur normal kembali setelah Referendum di Timor-Timur di tahun 1999 dan disusul dengan berdirinya negara Timor Leste di tahun 2002. Sejak saat itu intensitas hubungan dan kerjasama Indonesia Portugal di berbagai bidang dari tahun ke tahun secara berangsur menunjukkan peningkatan yang sangat positif. Kedua Negara kini telah membuka lembaran baru dalam hubungan bilateral dan di atas lembaran baru tersebut sedang digoresi berbagai platform kerjasama yang akan memberikan kontribusi, baik pada pengembangan kedua negara maupun pengembangan perdamaian di dunia.
Gambaran Umum Perkembangan Hubungan Bilateral Indonesia - Portugal
1. Portugal sebagai negara dan anggota UE mendukung integritas wilayah Indonesia serta memuji demokrasi dan reformasi di tanah air. Portugal berpandangan bahwa transisi politik di Indonesia telah membantu peletakan landasan hak-hak asasi manusia, lingkungan hidup, anti korupsi dan anti terorisme.
2. Selain itu, Portugal percaya bahwa Indonesia merupakan pilar stabilitas di Asia Tenggara dan sebagai mitra yang sangat penting dalam upaya-upaya memajukan kerjasama dan perdamaian di dunia. Portugal juga menghargai upaya Indonesia dalam memajukan nilai-nilai demokrasi, keamanan dan perdamaian di Asia Tenggara terutama di Myanmar dan Thailand.
3. Portugal sangat menghargai peranan Indonesia di GNB, OKI, APEC, ASEAN dan organisasi-organisasi internasional. Pemerintah Portugal juga berpendapat bahwa Indonesia sebagai pencetus Konferensi Asia Afrika (KAA) dan Gerakan Non Blok (GNB), merupakan negara kunci untuk menghidupkan kembali kerjasama negaranegara di Asia dan Afrika.
4. Dalam berbagai isu di fora internasional dan regional terdapat saling pengertian dan persamaan pandangan antara Indonesia dan Portugal, sementara permintaan dukungan dalam berbagai pencalonan kedua negara pada badan-badan atau organisasi internasional umumnya dilakukan melalui pengaturan dukungan secara timbal-balik (resiprositas).
5. Pemerintah Portugal sangat menghargai sikap pemerintah Indonesia sehubungan dengan Timor Leste karena Indonesia ingin menyelesaikan bersama-sama ³residual issues´ antara kedua negara, misalnya tentang pelanggaran hak-hak asasi manusia yang terjadi tahun 1999 dengan pembentukan KKP, dan tentang perbatasan kedua negara di mana Portugal dalam hal ini telah menunjukkan kerjasamanya dengan mempersiapkan data-data dan dokumen yang diperlukan. Menyangkut perkembangan politk dalam negeri Indonesia, Pemerintah Portugal mengapresiasi kemajuan Indonesia khususnya dalam demokratisasi, penegakan HAM, reformasi, dan lingkungan hidup.
6. Portugal sepenuhnya mendukung Indonesia untuk memperoleh status sebagai ³Observer´ dalam CPLP (Comunidade dos Paises da Lingua Portuguesa=Komunitas Negara-negara Berbahasa Portugis), jika Indonesia menunjukkan kemauannya untuk itu. Pemanfaatan posisi Portugal sebagai anggota UE serta peranannya di Negara-negara CPLP dan sekitarnya untuk kepentingan Indonesia sejauh ini telah diupayakan semaksimal mungkin. KBRI Lisabon memprakarsai ide kemungkinan Indonesia memperoleh status sebagai observer dalam CPLP melalui Sekretariat CPLP di Lisabon. KBRI Lisabon mengambil prakarsa ini mengingat pentingnya peran Portugal sebagai pasar, pusat dagang, dan sebagai jalur utama masuknya komoditi ekspor Indonesia di kawasan Eropa Barat dan Negara-negara yang tergabung dalam CPLP.
7. Hubungan ekonomi kedua negara juga menunjukkan kecenderungan meningkat dari tahun ke tahun sejak dibukanya kembali hubungan diplomatik kedua negara. Peningkatan hubungan ekonomi ini tercermin dari meningkatnya volume perdagangan antara kedua negara, mulai adanya investasi pengusaha Portugal di Indonesia serta semakin banyaknya wisatawan Portugis yang berkunjung ke Indonesia. Peluang peningkatan hubungan ekonomi masih terbuka lebar bagi pengembangan berbagai aspek ekonomi lainnya di masa-masa mendatang.
8. Kepentingan dan kerjasama Portugal dengan Indonesia dan ASEAN terkait erat dengan UE. Di samping itu, Portugal juga mengakui pentingnya peran Indonesia di kawasan asia pasifik terutama perannya di dalam ASEAN. Portugal melihat bahwa hubungan ekonomi dengan Indonesia merupakan peluang yang besar karena keterbukaan pasar yang sangat besar sebagai potensi ekspor, investasi, jasa, dan kebijakan diversifikasi ekspor Indonesia terutama dalam rangka mengantisipasi pasar bebas di kawasan.
9. Kaitan sejarah dan budaya antara Indonesia dan Portugal telah menjadi faktor penting dalam peningkatan hubungan sosial budaya antar kedua negara. Tingginya animo masyarakat Portugis terhadap seni dan budaya Indonesia merupakan salah satu faktor pendukung peningkatan hubungan bilateral antara Indonesia dan Portugal. Hal ini dapat dilihat dari kehadiran masyarakat Portugal pada pertunjukan-pertunjukan seni budaya Indonesia yang diprakarsai KBRI Lisabon bekerjasama dengan Fundação Oriente dan Pemerintah Setempat di berbagai distrik di Portugal
10. Secara keseluruhan, dapat dikatakan bahwa hingga tahun 2009 ini, peningkatan intensitas hubungan antar kedua negara terlihat jelas dari tiga aspek utama:
1. Peningkatan intensitas hubungan antar pemerintahan yang dapat diukur baik dari indikator kuantitatif maupun kualitatif seperti jumlah kunjungan para pejabat negara, kuantitas perjanjian kerjasama yang telah diproses untuk ditandatangani dalam waktu dekat serta beberapa barometer kualitatif seperti substansi pembicaraan yang disampaikan oleh berbagai pejabat publik kedua negara tentang kemajuan yang telah dicapai dalam peningkatan hubungan bilateral, serta adanya sikap saling mendukung antara kedua negara dalam berbagai fora internasional dan faktor faktor pendukung lainnya. Jelas tercatat bahwa dalam konteks hubungan Indonesia Portugal, memasuki tahun 2005 hingga tahun 2008 seluruh indikator di atas menunjukkan peningkatan yang sangat positif.
2. Peningkatan intensitas hubungan antar masyarakat yang dapat diukur dari meningkatnya interaksi budaya serta interaksi ekonomi, meningkatnya kunjungan wisatawan Portugal ke Indonesia, pelaksanaan berbagai pagelaran seni dan budaya Indonesia di berbagai kota di Portugal di mana dalam beberapa kesempatan budaya Indonesia digelarkan bersama-sama dengan budaya Portugal, berdirinya berbagai organisasi persahabatan antara masyarakat kedua negara, dimulainya investasi ekonomi dengan prinsip mutual benefit serta adanya inisiatif menyusun berbagai dokumen kerjasama ekonomi dan budaya.
3. Perubahan sikap media di masing-masing negara terhadap negara lainnya. Media masa Portugal tidak lagi menunjukkan sikap yang agresif terhadap Indonesia; dalam beberapa kesempatan, wartawan Portugal telah berkunjung ke Indonesia baik untuk meliput berbagai perkembangan pembangunan di tanah air maupun dalam rangka promosi budaya dan turisme di Indonesia; berbagai berita positif tentang Indonesia telah dipublikasikan secara luas dan rutin di media cetak dan elektronik Portugal.

Detail Ekspor
Komoditas ekspor utama
:
garmen, mesin, bahan kimia, produk kertas dan gabus, daging, dan   produk susu
Komoditas impor utama
:
hasil pertanian, produk makanan, hasil minyak, produk kimia, plastik dan karet, kulit, kayu dan gabus, bubur kayu dan kertas, bahan-bahan tekstil, pakaian, alas kaki, hasil tambang, logam dasar, mesin dan alat-alat, sepeda dan logam tranportasi yang lain, kacamata dan alat-alat penelitian, asessoris dan spare part komputer, semi-konductor dan alat penghubung, barang-barang rumah tangga, mobil penumpang baru dan bekas, dan produk anggur

Kerjasama Ekonomi Perdagangan dan Investasi
Volume perdagangan RI-Portugal pada tahun 2009 mencapai US$ 114,92 juta dengan ekspor Indonesia ke Portugal mencapai US$ 102,27 juta dan impor dari Portugal mencapai US$ 12,65 juta dengan surplus bagi Indonesia sebesar US$ 89,62 juta. Namun, di tahun 2010 volume perdagangan RI – Portugal hanya sebesar US$ 109,1 juta dengan surplus bagi Indonesia sebesar US$ 75,2 juta. Volume perdagangan dari tahun 2009 ke 2010 turun sebesar 4,89%.
Adapun investasi Portugal ke Indonesia masih relatif kecil. Baru terdapat dua perusahaan Portugal yang menanamkan modalnya di Indonesia dalam bentuk Foreign Direct Investment (FDI) yaitu di sektor perminyakan dan sektor pariwisata.
Ekspor Indonesia ke Portugal antara lain mencakup komponen sepatu, kerajinan tangan, produk elektronik, komponen komputer, mebel, kayu lapis, plastik, peralatan dapur, minyak kelapa, rempah-rempah dan tumbuhan herbal, kopi, tekstil, garmen, karet alam, serat kain dan benang, dan sebagainya. Sementara itu, impor Indonesiadari Portugal meliputi pakaian sutra, peralatan untuk listrik, bahan kimia untuk pewarna, sepatu, cork goods, anggur, produk buah-buahan yang dikeringkan, kulit yang telah disamak, produk-produk farmasi, produk kimia, dan sebagainya.

Sumber :

Kelompok :
Hanuf Riris Pratiwi
Liah Sumarliah

Selasa, 06 Juni 2017

Bisnis Footwear dan Business Advisor

Tulisan 3
Jika  kami mendapatkan modal yang cukup untuk mendirikan sebuah UKM,  kami akan mendirikan sebuah bisnis di bidang fashion yaitu bisnis Footwear. Footwear adalah sepatu yang sampai ke pergelangan kaki, digunakan untuk melindungi kaki dan memiliki style yang sangat banyak dan terbuat dari banyak macam bahan. Dikarenakan trend footwear yang semakin hari semakin berinovasi mulai dari bentuk sepatu maupun bahan sepatu yang digunakan. Alasan kami memilih bisnis Footwear ini didasari oleh beberapa hal diantaranya :
1.      Footwear merupakan sepatu atau sendal yang sangat wajib digunakan dikalangan masyarakat.
2.      Bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat sepatu atau sendal berbagai macam.
3.    Bentuk atau model sepatu atau sendal itu sendiri dapat kita kreasikan sesuai dengan permintaan pasar saat ini/mengikuti trend jaman sekarang.

Berikut pembahasan tentang analisis 4P, cara kerja produk, target pasar dan pangsa pasar, serta model bisnis dari produk kami :
4P (Product, Price, Place, Promotion)
1.      Produk (Product)
Produk yang akan kami jual adalah footwear, seperti :
ü  Flatshoes
ü  Heels
ü  Boots
ü  Platform
ü  Sandals
ü  Sneakers
ü  Wedges
2.      Harga (Price)
Harga yang kami targetkan untu footwear tersebut berkisar antara Rp.100.000 – Rp.400.000 tergantung dari bahan yang digunakan dan model atau bentuknya.
3.      Tempat (Place)
Keberhasilan suatu usaha juga didukung oleh dimana letak perusahaan tersebut didirikan. Bisnis Footwear ini sendiri akan kami buatkan sebuah ruko kecil untuk tempat kami menjual produk Footwear kami.
4.      Promosi (Promotion)
Untuk meningkatkan penjualan, maka bisnis kami harus memiliki strategi pemasaran yang baik. Hal – hal yang dapat dilakukan oleh bisnis Footwear kami adalah :
ü  Pembagian brosur
ü  Memasang iklan
ü  Menaruh produk kami kedalam situs e-commerce
ü  Melakukan system Endorsement kepada para Seelebgram (cara ini termasuk ampuh untuk jaman sekarang yang sudah serba teknologi)

Target dan Pangsa Pasar
Dalam menjalankan usaha, seorang pengusaha harus tahu target dan pangsa pasarnya. Segmentasi pasar digunakan untuk meneliti pasar secara keseluruhan dan kemudian menempatkan konsumen dalam kelompok terpisah berdasarkan karakteristik umum. Setelah mengklasifikasikan konsumen, barulah suatu perusahaan dapat mengetahui kelompok mana yang terbaik dan tepat menjadi target pemasaran.
a.      Segmentasi Pasar
Segmentasi pasar untuk penjualan Footwear ini kami fokuskan pada penjualan di wilayah perkotaan. Karena berdasarkan pertimbangan kami, penduduk di wilayah perkotaan cenderung lebih konsumtif jika dibandingkan dengan penduduk yang tinggal di wilayah pedesaan.
b.      Target Pasar
Target pasar pada penjualan Footwear ini untuk kalangan menengah khususnya dikalangan remaja atau mahasiswa. Karena promosi bisnis kami mengutamakan media sosial yang umumnya digunakan oleh kalangan muda, maka dari itu remaja atau mahasiswa merupakan target pemasaran yang cocok untuk bisnis kami.
Peluang Bisnis Footwear
Dalam mencari peluang usaha yang sekiranya akan dapat survive dan juga eksis dimasa yang akan datang memang merupakan tantangan tersendiri. Kreatifitas dalam menggali ide sebaiknya memang dibuka lebar-lebar termasuk jenis ide bisnis jualan sandal dan sepatu yang akan kita ulas lewat artikel ini. Salah satu usaha yang kami rasa kedepan masih mempunyai prospek yang cukup bagus mengingat sandal dan sepatu merupakan salah satu dari kebutuhan manusia.
Setiap orang biasanya membutuhkan sandal dan juga sepatu. Maka dari itu usaha jualan berbagai jenis sandal dan juga sepatu inilah salah satu solusi untuk memenuhi kebutuhan manusia tersebut. Untuk itu bisnis inilah yang tak ada habisnya tinggal bagaimana strategi kita dalam memanfaatkan usaha ini.
Model Bisnis

            Model bisnis adalah suatu metode dalam melakukan bisnis agar perusahaan dapat menghasilkan pendapatan untuk mempertahankan keberadaan perusahaannya (Turban.2004,p11). Secara sederhana, model bisnis adalah rencana untuk bagaimana sebuah perusahaan akan menghasilkan uang. Dalam menjalankan bisnis Footwear ini, kami menerapkan model bisnis offline dan online. Model bisnis offline artinya pembeli dapat datang langsung ke toko untuk membeli produk yang mereka inginkan. Sedangkan model bisnis online maksudnya adalah pembeli dapat membeli produk kami dengan cara online atau tidak datang langsung ke toko. Kami akan bekerja sama dengan Go-Jek dan Grab untuk memudahkan pembeli melakukan pembelian secara online.


BUSINESS ADVISOR

Zaskia Sungkar
Zaskia Sungkar merupakan salah satu vokalis dari duo vokal yang bernama The Sisters. Salah satu vokalis dari The sisters adalah adiknya Shireen Sungkar yang merupakan pemeran utama pemain Cinta Fitri. Selain penyanyi, dia juga bermain sinetron, ftv, serta film layar lebar. Selain itu, setelah menikah dia juga merilis single bersama dengan suaminya dan menjadi seorang presenter di berbagai stasiun televisi.
            Zaskia Sungkar lahir pada tanggal 22 Desember 1990 di Jakarta. Ia merupakan seorang putri dari seorang sutradara di Indonesia yang bernama Mark Sungkar serta ibunya merupakan seorang penyanyi yang bernama Fanny Bauty. Zaskia merupakan anak kedua dari empat bersaudara. Sejak kecil, ia sudah sangat menyukai musik dan sering bernyanyi bersama adiknya.
            Setelah menyelesaikan pendidikan terakhirnya di Texas 2Woman’s University ’08 public relations, ia bersama adiknya mengawali karirnya pada tahun 2008 dengan membuat grup duo yang bernama The Sisters yang menganut aliran pop.
            Zaskia Sungkar bersama suami nya ( Irwansyah ) saat ini memiliki E- Commerce Wokuwoku.com dan Brand Fashion , Zaskia Sungkar. Zaskia Sungkar sekarang lebih memilih menolak tawaran berakting di sinetron yang datang kepadanya karena Zaskia sedang lebih tertarik ke dunia tarik suara dan fashion. Pada tahun 2011, Zaskia sungkar melebarkan sayapnya sebagai perancang busana , kini butik zaskia sungkar sudah terdapat dibeberapa kota besar di Indonesia . Berbagai pergaan busana di dalam negri sampai luar negri juga pernah ia jalani, baru-baru ini Zaskia juga membuka butik nya bersama 10 perancang busana tanah air lainnya di kota Newyork, Amerika serikat.

Kelompok :
Hanuf Riris Pratiwi
Liah Sumarliah

Sumber :
https://id.wikipedia.org/wiki/Zaskia_Sungkar


Jumat, 02 Juni 2017

Prospek UKM Industri Kreatif di Indonesia


Tugas 3 (ke-2)
Ditengah pemulihan ekonomi yang masih lambat ini, perekonomian nasional dihantui pula dengan ambisi nasional untuk melakukan otonomi daerah dan desentralisasi. Selain itu, adanya komitment nasional untuk melaksanakan perdagangan bebas multilateral (WTO), regional (AFTA), kerjasama informal APEC, dan bahkan ASEAN Economic Community (AEC)  tahun 2020 merupakan tambahan pekerjaan rumah yang harus pula disikapi secara serius.
Dengan pergeseran yang terjadi pada tatanan ekonomi dunia yang mengarah pada persaingan bebas, dapat dikatakan bahwa UMKM sesungguhnya mengahadapi situasi yang bersifat double squeze, yaitu 1. situasi yang datang dari sisi internal (dalam negeri) berupa ketertinggalan dalam produktivitas, efisiensi dan inovasi dan 2. situasi yang datang dari ekstermal pressure. Salah satu aspek penting yang perlu mendapat perhatian dari kombinsi situasi yang dihadapi ini adalah masalah ketimpangan struktur usaha seperti yang diungkapkan diawal dan juga kesenjangan antara usaha besar dengan usaha kecil dan menengah. Sedikitnya terdapat tiga keadaan yang membentuk terjadinya kesenjangan antar skala usaha di Indonesia.Pertama, akses usaha/industri besar terhadap teknologi dan menajemen modern jauh lebih besar daripada UMKM. UMKM masih bertahan pada teknologi dan manajemen yang sederhana bahkan cenderung tradisionil. Bahkan industri menengah yang dalam data BPS digabungkan dengan industri besar masih menunjukkan ciri dan karakter usaha kecil dalam hal akses teknologi dan manajemen usaha. Kedua, akses usaha skala besar terhdap pasar (termasuk informasi pasar) juga lebih terbuka, sementara UMKM masih berkutat pada bagaimana mempertahankan pasar dalam negeri ditengah persaingan yang ketat dengan usaha sejenis. Ketiga,kurangnya keberpihakan kebijakan dan keputusan strategis pemerintah pada UMKM pada masa lalu yang lebih menjadikan UMKM sebagai entitas sosial dan semakin memperburuk dua kondisi diatas.
UMKM memegang peranan penting dalam ekonomi Indonesia, baik ditinjau dari segi jumlah usaha maupun dari segi penciptaan lapangan kerja. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh BPS dan Kantor Menteri Negara untuk Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Menegkop & UKM), usaha-usaha kecil termasuk usaha-usaha rumah tangga atau mikro (yaitu usaha dengan jumlah total penjualan setahun yang kurang dari Rp. 1 milyar), pada tahun 2000 meliputi 99,9 % dari total usaha-usaha yang bergerak di Indonesia. Sedangkan usaha-usaha menengah (yaitu usaha-usaha dengan total penjualan tahunan yang berkisar antara Rp.1 Milyar dan Rp. 50 Milyar) meliputi hanya 0,14 % dari jumlah total usaha. Dengan demikian, potensi UMKM sebagai keseluruhan meliputi 99,9 % dari jumlah total usaha yang bergerak di Indonesia. Besarnya peran UMKM ini mengindikasikan bahwa UMKM merupakan sektor usaha dominan dalam menyerap tenaga kerja. Apalagi pada saat sekarang banyak berdiri lembaga keuangan yang menyediakan kredit bagi masyarakat yang ingin membuka usaha dengan bunga dan cicilan yang ringan. Sehingga sektor UMKM berkembang pesat.
Kredit usaha rakyat menjadi salah satu program yang sangat membantu gerak laju perekonomian mikro terutama tujuan mulianya yakni meningkatkan pendapatan masyarakat miskin dan rentan miskin. Di masa mendatang tantangan dari program KUR ini yakni bisa diakses oleh semua pemilik usaha mikro,kecil dan menengah dengan fasilitas pelatihan dan bimbingan manajemen wirausaha.
UMKM menjadi roda penggerak perekonomian nasional Indonesia yang terbukti tahan banting terhadap badai krisis keuangan di beberapa tahun yang lalu. UMKM diyakini akan menjadi tulang punggung yang kuat dan kokoh karena melibatkan partisipasi aktif secara massal pendudukan Indonesia. Dari hasil penelitian USAID tahun 2010 tercatat ada 53.828.569 orang yang bergerak di sektor UMKM dengan pertumbuhan 2,01 % per tahun, sehingga KUR mempunyai peluang sekaligus tantangan untuk mengakomodasi kepentingan terhadap kebutuhan permodalannya.
Dana CSR perusahaan-perusahaan luar negeri juga bisa membantu UMKM mengakses modal. Salah satu yang cukup kami apresiasi adalah kewirausahaan oleh perempuan. Mereka berkembang baik. Bahkan dilihat dari non performing loan (NPL) pinjaman mereka kebanyakan justru di bawah 1%. Kondisi yang baik.
Belum lama telah  keluar Peraturan Pemerintah (PP) No.46/2013 (tentang Pajak Penghasilan Atas Penghasilan Dari Usaha Yang Diterima Atau Diperoleh Wajib Pajak Yang Memiliki Peredaran Bruto Tertentu) itu salah satu bentuk insentif bagi UMKM karena pajak dipungut hanya 1% dari omzet. Memang ada acuan lain untuk pajak tapi PP itu memudahkan UKM. Kebijakan ini juga mendorong UMKM untuk lebih baik dalam proses pembukuan usahanya.
Menyadari pentingnya peran UMKM bagi perekonomian Indonesia, pemerintah telah melakukan beberapa usaha guna mendukung kelancaran dan pemberdayaan UMKM. Usaha-usaha tersebut antara lain : memfasilitasi UMKM, memberikan bantuan dari segi pemasaran dan pengembangan jaringan kemitraan, mengembangkan keterampilan pelaku UMKM, serta mengembangkan UMKM di bidang ekspor. Beberapa pencapaian utama yang cukup berhasil dalam rangka pemberdayaan UMKM adalah:
·         Pengembangan lembaga-lembaga financial yang dapat memberikan akses terhadap sumber modal yang transparan dan lebih murah
·         memfasilitasi perluasan akses pasar produk UMKM dengan membuka gerai, penyediaan kios, dan memfasilitasi produk UMKM untuk masuk dalam jalur distribusi melalui pasar ritel modern,
·         Pembentukan aliansi strategis antara UMKM dan UMKM lainnya atau dengan usaha besar di Indonesia atau di luar negeri. Berkembang atau matinya usaha kecil menengah dalam era perdagangan bebas tergantung dari kemampuan bersaing dan peningkatan efisiensi serta membentuk jaringan bisnis dengan lembaga lainnya.
Pemberian penghargaan kepada tiga kelompok UMKM (UMKM Ekspor, Pembangun Merek Global, dan Eksportir Berkinerja) yang di lakukan secara rutin, yaitu dengan menyelenggarakan pemberian Penghargaan Primaniyarta.Penyelenggaraan bimbingan teknis pembiayaan dan bantuan penerapan ISO 9000, pengemasan, dan branding kepada UMKM yang berorientasi ekspor.
Apabila kita melihat dari segi peningkatan PDB, tentu saja prospek UMKM pada tahun 2012 cukup cerah. Dengan birokrasi rumit dan berbelit-belit,serta ancaman krisis global pada tahun lalu, namun UMKM masih tetap bertahan bahkan mengalami peningkatan, baik dari segi hasil maupun pelaku. Apalagi pada saat sekarang, pemerintah mulai memperhatikan UMKM dan berusaha memberdayakannya, maka prospek UMKM akan sangat bagus dan memiliki daya saing tinggi.
Melihat potensi-potensi yang dimiliki, menjadi tak heran jika banyak pihak kemudian mengharapkan UMKM juga dapat dijadikan “benteng terakhir” penyelamatan ekonomi Indonesia dalam proyek Asian-China Free Trade Area (AC-FTA), yang belakangan banyak dikeluhkan pihak Indonesia. Ternyata, lebih dari setengah pelaku UKM masih belum merasakan dampak dari ACFTA. Hanya 15% dari mereka melihat bahwa ACFTA mengharuskan mereka segera mengubah strategi bisnisnya, sedangkan 29% sisanya masih akan melakukan penyesuaian dalam 2 samapai 3 tahun medatang.
Harapan ini tak berlebihan, mengingat prestasi yang sudah dicapai UMKM sebagaimana telah disinggung di atas. Dalam setahun ini UMKM menjadi “solusi keramat” penyelamatan ekonomi kita. UMKM sebagai salah satu bentuk usaha telah menjadikan semangat berdikari dan kreatif dalam dirinya. Suatu hal yang sejalan dengan ajaran Marhaenisme Soekarno yang menekankan semangat yang sama. Kreativitas dan keberanian berkarya dan berusaha menjadi investasi paling mahal dalam dunia usaha yang semakin kompetitif. Sejalan dengan prediksi Daniel H. Pink bahwa masa depan dunia hanya milik orang-orang yang mendayagunakan secara optimal fungsi otak kanannya yang kreatif (Pink, 2007).
Sebanyak 69% Usaha Kecil Menengah (UKM) Indonesia berpandangan positif terhadap prospek pertumbuhan ekonomi. Optimisme pelaku usaha kecil Indonesia terus meningkat secara konsisten. Optimisme terhadap prospek pertumbuhan ekonomi juga berpengaruh terhadap tingkat kepercayaan mereka dalam menambah belanja modal untuk ekspansi bisnis. Hampir separuh atau 49% dari total responden akan mempertahankan belanja modal mereka, bahkan 34% berencana untuk meningkatkan tingkat modal yang akan mereka gunakan untuk perluasan usaha. Dengan demikian 83% dari total responden masih optimis dalam ekspansi usaha ditunjukkan dengan agresifitas mereka dalam belanja modal.Demikian halnya dengan pandangan mereka terhadap masalah tenaga kerja, hampir semua responden (93%) mengatakan tidak memiliki rencana untuk mengurangi karyawan mereka. Sebesar 74% berencana untuk mempertahankan jumlah karyawannya, dan 19% berencana meningkatkan jumlah karyawannya sebanyak seperlimanya atau lebih.
Ketua Komisi Tetap UMKM KADIN Sandiaga S Uno mengatakan melalui survey terbaru HSBC, UMKM Indonesia sangat positif dalam menyikapi perkembangan ekonomi nasional dan global. Faktor pembiayaan akan selalu menjadi faktor penting pada pengembangan UKM Indonesia, tapi bantuan pelatihan teknis produk dan pemasaran menjadi faktor kunci lainnya untuk UMKM Indonesia go-international. Perbankan seperti HSBC, bisa menjadi salah satu pendorong utama pengembangan UMKM Indonesia melalui sharing best practice UMKM, seperti pemasaran secara online.
Senyatanya prospek bisnis UKM terbuka luas dan menjanjikan. Berdasar pengamatan penulis banyak usaha kecil /UKM yang demikian laris, namun manajemen bisnis mereka masih sederhana. Hal ini dimaklumi oleh karena kebanyakan mereka menjalankan usaha dengan "learning by doing", tidak memperoleh pendidikan khusus. Menjalankan usaha acapkali awalnya karena situasi dan kondisi yang mengharuskan mereka untuk berbisnis dengan segala keterbatasan yang ada. Bila saja pihak perbankan bisa menyalurkan kredit sekaligus membantu mempertajam manajemen bisnis mereka, maka UMKM akan tumbuh-kembang secara profesional. Sementara pihak perbankan pun akan menuai banyak manfaat dari kemajuan UMKM tersebut. Ada semacam simbiosis mutualistis yang saling melengkapi.
Dalam prinsip ekonomi syariah, penopang utama perekonomian adalah sektor rill, sedangkan sektor moneter hanya sebagai pendukung. Prinsip tersebut  dapat terlihat pada kinerja bank syariah yang memiliki tingkat FDR (Financing to Deposit Ratio) selalu di kisaran 100%, dimana sebagian besar pembiayaan disalurkan pada sektor UMKM yaitu sebesar 40%. Bank syariah bukanlah financial sector based banking sebagaimana bank konvensional. Dengan menggunakan prinsip-pronsip syariah, diharapkan para pelaku UMKM tidak terlalu terbebani dengan tingkat suku bunga bank konvensional.
Peluang-peluang UMKM dapat diukur oleh dua indikator. Pertama, adanya potensi pasar. Kedua, adanya kebijakan pemerintah mengenai jenis usaha ini. Berikut akan dijelaskan peluang tumbuhnya jenis usaha di Indonesia, yaitu:
a.       Potensi pasar
UMKM memiliki potensi pasar yang besar. Dengan banyaknya jumlah populasi penduduk Indonesia, yang mencapai 250 juta lebih, maka basis pelanggan dari UMKM pun besar. Sejalan dengan ini, para pelaku UMKM harus pandai melihat peluang pasar yang ada dan berkembang saat ini. Spirit keatif dan inovatif dikembangakan agar muncul produk unik yang akan dilirik banyak konsumen.
Lima tahun ke depan Indonesia akan menjadi kekuatan ekonomi dunia yang disegani. Indonesia mempunyai pasar domestik yang kuat, sumber daya manusia yang banyak, dan sumber daya alam yang melimpah. Potensi domestik yang melimpah tampaknya belum dimanfaatkan secara maksimal oleh jutaan pelaku UMKM di Indonesia. Produk kerajinan industri ekonomi kreatif UMKM yang tersebar di berbagai wilayah, belum terekspos secara merata karena terbentur persoalan pemasaran.
Konstribusi industri ekonomi kreatif pada tahun 2008 telah mencapai 6,3 % GDP nasional (produk domestik bruto). Sektor ini juga menyumbang 10,6 % dari total ekspor nasional. Nilai ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan konstribusi ekspor industri kreatif Singapura (total ekspor 2,8 %) dan Inggris (total ekspor 7,9 %). Berdasarkan laporan United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD), pertumbuhan perdagangan barang dan jasa berbasis industri kreatif rata-rata 8,7 % per tahun. Oleh sebab itu, Indonesai belum menjadi pemain penting dalam produk keseluruhan industri kreatif. Mungkin baru seni lukis yang mendapat posisi ketiga, setelah Cina dan Thailand dengan total ekspor 83 juta dolas pada tahun 2005.
Sejauh ini, industri kreatif di Indonesia tumbuh dan berkembang hanya mengandalkan ide-ide personal. Pemerintah belum memberi dukungan memadai untuk pengembangan industri  kreatif secara permanen. Industri kreatif baru dijalani orang-orang muda kreatif yang kerap menghadapi tantangan, terutama masalah modal.  Selain itu, perkembangan industri kreatif dihadapkan pada lemahnya pengembangan kapasitas dan pemasaran permanen.
Hal paling penting adalah mempermudah pemasaran semua produk lokal. Adanya “Klinik Industri Ekonomi Kreatif UMKM” sebagai bentuk pembinaan bagi para pelaku UMKM yang tentunya difasilitasi lembaga pemerintah setidaknya dapat membantu industri kreatif dalam persoalan pemasaran ekspor. Sayangnya, klinik ini belum merata ada di setiap daerah sehingga agak sulit dilakukan penataan secara permanen. Padahal, klinik ini penting sebagai media untuk menghubungkan para pelaku UMKM dengan investor.
Komoditas perkebunan, termasuk rempah sangat diminati negara-negara maju.menurut sejarah pun, Indonesia dijajah Belanda dan Portugis karena kaya akan rempah dan produk perkebunan lainnya. Oleh karena itu, apabila 10 % saja komoditas perkebunan ini dikelola secara organik untuk memenuhi permintaan pasar dunia, tentu akan memberikan sumbangan devisa yang cukup besar. Premium yang diperoleh dari produk organik ini akan berlipat ganda karena dihargai dengan kurs valuta asing. Selain kopi, beberapa produk perkebunan, seperti jambu mente dan vanilli organik juga diminati masyarakat Eropa.
b.      Kebijakan pemerintah
Kementerian Negara Koperasi dan UMKM menyatakan bahwa Indonesia saat ini memiliki hampir 50 juta unit UMKM, (Oscar, dkk, 2010,  9). Dapat diperkirakan bahwa ada sekitar 99 % lebih dari total unit usahayang ada. Dari UMKM yang ada tersebut, yang paling banyak adalah usaha mikro dengan jumlah 47.702.310 atau sekitar 95 % lebih. Dengan kata lain, dapat dikatakan bahwa usaha mikro merupakan mayoritas usaha yang ada di Indonesia. Berdasarkan data BPS, UMKM memiliki beberapa kelemahan dan permasalahan, yakni meliputi:
·         Kurangnya permodalan;
·         Kesulitan dalam pemasaran;
·         Persaingan usaha yang ketat;
·         Kesulitan bahan baku;
·         Kurang teknis produksi dan keahlian;
·         Kurangnya keterampilan manajerial (SDM); dan
·         Kurangnya pengetahuan dalam masalah manajemen, termasuk dalam keuangan dan akuntansi.
Untuk menjawab kesulitan-kesulitan tersebut, dalam UU No. 20/2008 tentang UMKM, khususnya dalam pasal 7, ayat 1 sangat jelas dinyatakan bahwa pemerintah dan pemerintah daerah menumbuhkan iklim usaha dengan menetapkan peraturan perundang-undangan dan kebijakan yang meliputi aspek :
·         Pendanaan;
·         Sarana dan prasarana;
·         Informasi usaha;
·         Kemitraan;
·         Perizinan usaha;
·         Kesempatan berusaha;
·         Promosi dagang; dan
·         Dukungan kelembagaan.
Faktor-faktor utama yang menentukan besar kecilnya peluang bagi seorang pengusaha/sebuah perusahaan, sebagai berikut :
Selanjutnya, mengenai dukungan pemerintah atas UMKM lewat kebijaksanaannya dipertegas lagi dalam pasal 8, yakni bahwa aspek pendanaan sebagaimana dimaksud dalam pasal 7, ayat (1) huruf a ditujukan untuk:
·         Memperluas sumber pendanaan dan memfasilitasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah untuk dapat akses kredit perbankan dan lembaga keuangan bukan bank;
·         Memperbanyak lembaga pembiayaan dan memperluas jaringannya sehingga dapat diakses oleh UMKM;
·         Memeberikan kemudahan dalam memperoleh pendanaan secara cepat, tepat, murah, dan tidak diskriminatif dalam pelayanan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan; dan
·         Membantu para pelaku UMKM.
Peran pemerintah untuk mengeluarkan kebijakan yang mendukung perkembangan UMKM di Indonesia sangat penting karena tujuan UMKM adalah pemberdayaan masyarakat kelas menengah ke bawah agar kehidupan ekonomi mereka ditingkatkan. UMKM bertujuan untuk menumbuhkan dan mengembangkan usaha dalam rangka membangun perekonomian nasional berdasarkan demokrasi ekonomi yang berkeadilan. Lebih dari itu, tujuan adanya pemberdayaan UMKM ini adalah:
·         Mewujudkan struktur perekonomian nasional yang seimbang, berkembang, dan berkeadilan;
·         Menumbuhkan dan mengembangkan kemampuan UMKM menjadi usaha yang tangguh dan mandiri; dan
·         Meningkatkan peran UMKM dalam membangunan daerah, penciptaan lapangan kerja, pemerataan pendapatan, pertumbuhan ekonomi, dan pengentasan rakyat dari kemiskinan.

Sumber :

Kelompok :
Hanuf Riris Pratiwi
Liah Sumarliah